Pengalaman Pakai Viva Pembersih dan Face Tonic Viva



Waktu masih SMP, setelah pulang dari pelantikan PMR di Sarangan Magetan kulit saya jadi sangat kering mengelupas. Kondisi itu sangat tidak nyaman dan terasa gatal. Ibu kemudian mengenalkan saya pada produk VIVA yang sudah beliau pakai sejak masih gadis. Saat itu produk pertama yang saya pakai adalah pelembab VIVA bengkuang dan  VIVA pembersih

Hasilnya beberapa hari kemudian, kulit yang kering kerontang sudah terasa lembab dan kembali normal. FYI, tipe kulit saya adalah kering cenderung normal. Untuk ukuran anak SMP yang gak pernah pakai produk perawatan wajah apapun, saat itu saya merasa produk pelembab VIVA ini terdabestt.

Selanjutnya saya mengenal produk VIVA yang lain yaitu milk cleanser bengkuang dan Face Tonic bengkuang. Saya mulai rutin memakainya sejak SMA, meski masih bolong-bolong juga pakainya. Sebelum benar-benar tahu mengenai penggunaan kedua produk ini, saya pakai cleanser dan toner secara berurutan langsung. Bahkan tanpa memakai Face wash!

Kebiasaan ini saya lakukan bahkan sampai lulus kuliah. Baru kemudian memasuki dunia kerja, saya tahu mengenai double cleanshing dan double toning. Milk Cleanser Viva Bengkuang hingga saat ini masih menjadi andalan untuk menghapus noda-noda debu atau make up yang ada di wajah. Bahkan meskipun seharian tidak keluar rumah, keduanya tetap jadi andalan perawatan harian yang tidak pernah lewat untuk saya.

Review Viva Pembersih dan Face Tonic Varian Bengkuang



Sejak awal saya sudah memilih VIVA pembersih varian bengkuang, tanpa alasan. Sempat juga mencoba varian lain seperti jeruk nipis, rupanya tidak cocok di wajah dan malah membuat kulit wajah mengelupas dan lebih kering. Begitu pula dengan Face tonic bengkuang yang tidak bisa diganti dengan jenis toner lainnya.

Meski sebenarnya tidak terlihat perubahan setelah menggunakan kedua produk ini secara rutin, tetapi rupanya sangat berpengaruh ketika saya kehabisan mereka dan berhenti sejenak untuk tidak membelinya. Kondisi kulit wajah terlihat buruk, lebih kusam, kering dan terlihat keriput. Begitu saya rutin memakainya lagi, kondisi kulit kembali normal.

Hal yang paling saya suka dari produk pembersih dan penyegar dari produk ini, selain harganya murah yaitu sekitar 10 ribu rupiah untuk ukuran 200 ml, juga sangat mudah di dapatkan. Baik di toko biasa, indomaret atau lainnya. Sejauh ini juga tidak ada efek buruk yang berarti pada kulit. Malah sudah sangat cocok dan gak bisa lepas dari kedua produk ini.

Kemudian dari segi kemasan, produk VivaMilk Cleanser dan Face Tonic sangat sederhana. Untuk varian bengkuang memiliki warna kemasan putih dengan motif warna cokelat. Sedangkan untuk varian lainnya, memiliki kemasan dengan warna yang berbeda-beda.

Untuk kamu yang mau mencoba produk ini, sebaiknya pilih varian yang tepat untuk tipe kulit. Karena teman saya dengan tipe kulit berminyak, pernah mencoba varian bengkuang dan hasilnya tidak cocok di kulitnya. Malah mudah berjerawat dan lebih kering.

Penggunaan Viva Milk Cleanser dan face Tonic Viva



 Saya menggunakan Viva milk cleanser setiap sebelum mandi pagi, mandi sore dan sebelum tidur. Cara memakainya dengan mengoleskan pada wajah lalu dibersihkan menggunakan kapas dengan gerakan ke atas. Kemudian dilanjutkan dengan pemakaian face wash, lalu face tonic, serum, pelembab dan sun screen.

Sedangkan di malam hari, setelah menggunakan milk cleansher dan face wash, saya mengaplikasikan tonic acid baru kemudian face toner Viva dengan kapas, serum dan terakhir sleeping mask. Pemakaian viva mik cleanser dan face tonic Viva membuat kulit saya terasa segar dan bersih. Sejauh ini efek cerah dari kedua produk ini tidak saya rasakan.

Namun cukup untuk membersihkan kulit wajah dari debu dan sisa kosmetik. Hal yang paling penting sebenarnya rutin dan tidak malas membersihkan wajah, apalagi setelah keluar dari rumah. Sehingga wajah selalu terasa bersih dan bebas dari jerawat. Itu tadi sedikit pengalaman saya memakaian produk Viva pembersih dan face Tonic Viva.

Kalo produk cleanser kesukaanmu apa?

 

 


Komentar