Berkenalan dengan Kayu Secang Sebagai Tanaman Obat

 


sumber : grid.id

Apa kamu pernah dengar tentang kayu secang? Kayu secang adalah tanaman obat yang banyak tumbuh di negara Cina, India dan Indonesia. Kayu ini bisa didapatkan dengan cara diambil bagian dalam pada batang pohonnya dan kemudian dipotong kecil-kecil. Di Indonesia kayu secang yang bernama latin Caesalpinia sappan L ini, umumnya dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan minuman rempah.

Selain dimanfaatkan sebagai wedang kayu secang, sebagian orang juga menggunakannya sebagai pewarna alami merah. Khasiat dari kayu secang sendiri ada banyak sekali. Seperti dikutip dari buku Toga Indonesia yang ditulis oleh Dwi Kusuma Wahyuni dkk, kayu secang bisa digunakan sebagai obat diare, obat penenang serta gangguan menstruasi. Saat ini harga kayu secang cukup mahal yaitu sekitar Rp 50.000/kg.

Mengenal Ciri-ciri Kayu Secang


sumber : metropolitan.id

Tanaman secang berbentuk seperti tanaman semak atau perdu pada umumnya. Ketinggian pohon sekitar 5-10 meter dengan bentuk cabang bulat berwarna hijau kecoklatan. Kemudian terdapat duri-duri yang menyebar di batang dan cabang pohon tersebut. Daunnya sendiri brukuran 25-40 cm dengan jenis majemuk menyirip ganda.

Kemudian mengenai bunga secang bentuknya malai serta tumbuh pada tangkai pohonnya yang panjang sekitar 10-20 cm. Pada tiap gagang bunga panjangnya mencapai 15-20 cm. Kelopak bunganya berwarna kunng serta berbentuk bundaran berdiameter 4 sampai 6 mm. Masing-masing bunga tersusun atas 4mpat kelopak bunga dan dilengkapi putik dan benang sari.

Secang juga memiliki buah yang termasuk kategori polong. Bentuknya lonjong dan pipih berukuran 8cm hingga 10 cm, dengan lebar sekitar 3-4 cm. Buahnya ini berwarna hijau lalu berubah hitam saat matang. Masing-masing buah memiliki 3-4 biji.

Kayu Secang adalah Tanaman Obat Berkhasiat Tinggi

Kayu secang adalah tanaman obat dengan banyak khasiat untuk kesehatan. Beberapa diantaranya yaitu sebagai berikut :

1.      Diare

Salah satu khasiat kayu secang adalah sebagai obat diare. Hal ini dikarenakan pada kayu secang memiliki sifat antidiare yang telah terbukti dalam penelitian. Dalam ekstrak air kayu secang yang direbus selama 20 menit, rupanya mampu menghasilkan 0.137% tanin yang merupakan anti diare. Hal ini dikutip dari buku Wedang uwuh yang ditulis oleh Sri Suryaningrum dan Anis Siti Hartani.

2.      Rematik dan asam urat

Dalam kayu secang terkandung beberapa senyawa aktif yaitu resorsin, resin, brazilian, oscimenen, minyak asiri dan d-alfa phallandrne. Senyawa aktif tersebut rupanya mampu mengambat produksi asam urat di dalam tubuh. Selain itu, kayu secang juga mampu meredakan rematik serta pembengkakan.

3.      Diabetes

Kayu secang memiliki kandungan senyawa brazilian yang dapat menurunkan gula darah di dalam tubuh. Serta mengandung senyawa protosappanin A dan kaesalpin P sappankalkon yang dapat menghambat produksi aldosa reduktase. Maka tak heran jika kayu secang juga banyak dimanfaatkan sebagai pereda sakit diabetes.

4.      Meningkatkan imunitas tubuh

Di masa pandemi ini, banyak masyarakat mencari rempah-rempah untuk meningkatkan sitem imunitas tubuhnya. Anda juga bisa memanfaatkan kayu secang untuk  imunitas tubuh Anda. Seperti dikutip dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), disebutkan bahwa secang memiliki kandungan fenolik dan flavonoid yang bersifat antioksidan.

Nah itu tadi empat manfaat yang bisa Anda dapatkan dari kayu secang.  Kayu secang adalah tanaman obat berkhasiat yang enak disajikan sebagai wedang kayu secang atau dicampurkan dengan rempah lainnya menjadi wedang uwuh. Namun perlu diingat, sebaiknya hindari mengonsumsi wedang secang untuk ibu hamil dan menyusui, ya!

 

 

Komentar