Penyebab di Balik Rasa Ngidam pada Ibu Hamil




Ibu hamil ngidam itu sebenarnya yang pingin ibunya

Pernah dengar pernyatan itu? Sebagai ibu hamil, saya juga sering mendengarnya. Atau sering juga ditanya, “Sudah ngidam apa aja selama hamil nih?” Kalau ditanya begitu, saya bingung jawabnya deh. Rasanya semua makanan ingin saya makan waktu hamil. Lagi bayangkan nasi goreng, jadi kepingin makan nasi goreng. Lihat bakwan jadi kepingin makan bakwan. Lihat eskrim jadi pingin cepat ke Indomaret beli es krim. Jadi itu termasuk kategori ngidam bukan? Haha.

Tapi pernah juga sih ketika masih hamil trimester pertama, sering mual dan muntah sehabis makan. Terutama waktu malam hari. Tiba-tiba saya ingin makan lontong sayur. Alhasil suami saya ajak muter-muter Malang waktu itu untuk cari lontong sayur, tapi kami tidak menemukannya. Ia pun berinisiatif menggantinya dengan lontong tahu agar istrinya ini mau makan. Berhubung sudah lapar dan putus asa, saya pun mengiyakannyanya tapi dengan rasa sedih yang sulit dideskripsikan.

Bisa jadi itu salah satu pengalaman ngidam saya bukan. Atau pernah juga suatu hari saya kepingin sekali makan jeruk saat sedang tidak musimnya. suami sampai kewalahan mencarikan buah jeruk dimana-mana. Sampai akhirnya bertemu pedagang buah dekat rel kereta yang menjual jeruk. Hehe. Kalau Anda sendiri pernah ngidam apa saat hamil? Ngidam sendiri seringkali mengandung banyak mitos yang berkembang di masyarakat, salah satunya anak jadi ngileran jika ngidam si ibu tidak dipenuhi. 

Mitos Mengenai Ngidam Saat Hamil

Banyak mitos yang muncul pada waktu kehamilan, salah satunya mengenai ngidam. Anda tentu tidak asing dengan mitos yang menyebutkan jika ngidamnya ibu hamil tidak terpenuhi maka anak yang dilahirkan akan gampang ngiler atau ngeces. Padahal seperti yang terlansir pada artikel https://id.theasianparent.com/mitos-dan-fakta-ngidam/, ngidam bukan sebuah kondisi yang disebabkan oleh janin lo. Tak ada kaitannya sama sekali.

Ada juga mitos yang beredar di masyarakat yang menyebutkan bahwa  ngidam mampu memprediksi jenis kelamin janin. Apabila Anda mengidam makanan yang manis-manis maka dipercaya janin yang Anda kandung berjenis kelamin perempuan. Dan sebaliknya, jika ibu hamil ngidam makanan yang asin atau pedas, maka mengandung anak laki-laki.Padahal jelas tidak ada kaitannya antara ngidam dengan jenis kelamin janin. 

Jadi kenapa ngidam bisa terjadi pada ibu hamil ya? rupanya terdapat beberapa dugaan yang bisa menjadi alasan penyebab ngidam tersebut lho, bund. Simak ulasannya dibawah ini ya.

3 Penyebab Ngidam Ketika Hamil




1.      Adanya perubahan hormon

Salah satu faktor penyebab ngidam bisa dikarenakan adanya perubahan hormon ketika hamil. Adanya perubahan hormon ini rupanya bisa berpengaruh kepada reseptor lidah sehingga memicu ibu hamil ingin makan sesuatu. Kadar hormon yang berubah pada ibu hamil juga bisa menyebabkan ingin sekali makan sesuatu padahal biasanya tidak suka, atau malah mual hingga muntah saat melihat atau mencium aroma makanan tertentu padahal biasanya tak ada masalah.

2.      Indra perasa menjadi lebih peka

Saat hamil, rupanya Anda akan mengalami suatu perubahan pada indera penciuman dan indra perasa. Hal ini yang bisa menjadikan ibu hamil jadi lebih sensitif pada aroma maupun rasa suatu makanan atau minuman. Umumnya Anda yang sedang hamil akan merasakan kenaikan sensitivitas pada rasa pahit, sedangkan sensitvitas pada rasa asin justru menurun.

Perubahan indra penciuman dan perasa ini juga menyebabkan banyak ibu hamil suka makanan yang manis dan kecut. Jika ibu hamil suka makan makanan yang sangat asam tentu hal yang wajar. Hal ini bisa disebabkan indra pengecapannya yang mengalami perubahan, sehingga suka makanan yang mengejutkan lidah.

3.      Kurang asupan nutrisi tertentu

Menurut dr. Boy Abidin, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, ngidam pada ibu hamil juga bisa merupakan sebuah signal jika ibu hamil sedang kekurangan asupan nutrisi tertentu. Seperti yang saya baca di https://id.theasianparent.com/20-makanan-ngidam-ibu-hamil/ disebutkan bahwa terdapat penjelasan ilmiah mengenai makanan atau minuman yang sering ibu hamil jadikan objek ngidam. Misalnya saja, ketika Anda ngidam makanan asinan, keripik kentang atau acar.

Hal ini bisa dimungkinkan karena tingkat sodium di tubuhnya rendah.  Sehingga ingin makan makanan tersebut.Atau ketika Anda ingin makan jeruk, bisa jadi menandakan bahwa tubuh sedang membutuhkan banyak asupan beta karoten.

Lalu apakah ngidam harus dipenuhi untuk ibu hamil? Sejauh ini apabila makanan yang saya inginkan aman dan sehat, maka suami tak keberatan untuk menuruti permintaan saya. Sejak kehamilan di trimester pertama saya juga sering bicara sama adek dalam kandungan. Apabila makanan yang saya makan tidak baik untuknya, maka muntahkan saja semua isi perut saya. Sejauh ini, hal itu yang terjadi apabila saya ragu makan sesuatu yang berbahaya atau tidak. Haha

Ngidam merupakan suatu kondisi normal yang terjadi pada ibu hamil. Selama makanan yang jadi objek ngidam sehat dan aman, maka tidak masalah. Namun berbeda lagi jika ibu hamil merasa ingin menyantap sesuatu yang tidak lazim seperti sabun, tanah atau benda berbahaya lainnya. Maka jangan sampai Anda turuti ya! 

Konsumsi makanan yang bergizi dan mengandung banyak nutrisi untuk ibu hamil sangatlah penting. Aku biasa mengakses berbagai macam informasi seputar ibu hamil di  https://id.theasianparent.com/. Dari website ini, ada begitu banyak info yang bisa aku dapatkan apabila merasakan sesuatu hal  yang meragukan sehingga kehamilanku bisa terasa nyaman dan tenang. Sehat selalu ya untuk ibu-ibu hamil dimanapun berada.

Baca juga : Berkenalan dengan Kayu Secang Sebagai Tanaman Obat

                   Belajar Tentang Basic Gentle Birth Kelas Bidan Kita Series 1 

 

*Artikel ini diikutkan pada lomba Blog The Asian Parents

 


Komentar